Ramadan sebagai Media Regulasi Diri
Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut Ramadan dengan berbagai rutinitas, mulai dari persiapan menu berbuka puasa hingga rencana perayaan Lebaran. Kebiasaan berulang wajar terjadi sebagai bentuk euforia kultural di tengah masyarakat.
Sayangnya, ingar-bingar perayaan sering kali mengaburkan substansi utama dari ibadah puasa itu sendiri. Apabila kita mau duduk sejenak dan membongkar lapis demi lapis makna bulan suci, esensi mendasar yang muncul ke permukaan adalah sebuah pelatihan psikologis yang sangat relevan dengan problem manusia modern, yaitu regulasi diri.
Membaca Surah Al-Baqarah ayat 183 memberikan kita sebuah peta jalan yang sangat terang. Ayat yang menjadi landasan wajibnya berpuasa memuat sebuah rumus yang terarah mengenai perubahan perilaku manusia.
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Ramadan Sebagai Media Regulasi Diri”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/trihandito/69954b19ed64154b715b6bf2/ramadan-sebagai-media-regulasi-diri
Kreator: Bapak Tri Handito
